Hii… Spon Cuci Piring Jadi Tempat Favorit Kuman

Washington DC: Kamar mandi dianggap sebagai tempat yang paling diminati kuman. Padahal ada tempat di rumah Anda yang menjadi tempat favorit kuman yakni di dapur. Kebanyakan kuman-kuman ini menyenangi tempat yang paling sering Anda gunakan untuk bersih-bersih yaitu spon cuci piring.

NSF Internasional melakukan penelitian untuk menentukan di mana orang berpikir kuman yang paling berada dan di mana kuman yang sebenarnya. NSF Internasional ini merupakan organisasi nirlaba yang didirikan sejak 1944 untuk mengesahkan dan menulis standar keamanan barang-barang rumah tangga.

Dalam penelitian ini, sebanyak 22 rumah tangga yang berbeda mengizinkan mikrobiologis dari NSF menguji 30 barang setiap harinya di rumah mereka untuk mencari tahu bakteri, kuman, dan jamur.

Sebelum memulai tes, para peneliti meminta satu anggota dari setiap rumah tangga untuk menjawab pertanyaan survei untuk mempelajari barang-barang yang paling mereka percayai sebagai pelabuhan kuman. Sebagian besar relawan menunjuk jari mereka ke sikat gigi. Padahal jawaban yang sebenarnya adalah spons dapur. Secara keseluruhan, persepsi para relawan tentang apa yang bersih dan apa yang tidak, berbeda dengan kenyataan.

Dan kenyataannya adalah beberapa kotor. Satu kelompok bakteri yang diseka peneliti adalah coliform. Tidak hanya itu, keluarga coliform termasuk di dalamnya yakni salmonella dan E. coli, yang merupakan penyebab umum keracunan makanan. Dan jenis ini banyak ditemukan di dapur.

Coliform, yang ditemukan di 81% dari rumah, biasanya berasal dari daging mentah dan memproduksinya, sama halnya tidak mencuci produk dan dan tangan yang tidak bersih seperti diberitakan WebMD, Senin (16/5).

Menurut laporan International NSF, 77% dari spons dan lap piring dinyatakan positif mengandung coliform. Hampir setengah dari tempat cuci di dapur mereka yang diseka sebagai tempat pelabuhan bakteri yang sama jahatnya, sementara meja dan papan pemotong menempati posisi ketiga dan keempat, dengan masing-masing 32% dan 18%.

Sementara itu, kamar mandi jauh lebih bersih jika dibandingkan meskipun mereka juga diminati kuman. Sebanyak 27% dari sikat gigi didapati jejak bakteri coliform, sementara 9% dari keran menunjukkan kontaminasi serupa.

“Spons mengambil bakteri selama proses pembersihan dan tipe pencuciannya itu biasanya tidak benar atau secara teratur. Sterilkan sebelum digunakan berikutnya,” kata peneliti Rob Donofrio, Direktur Mikrobiologi di NSF Internasional, dalam siaran beritanya. “Mereka juga memiliki banyak ceruk dan celah yang menjadi tempat yang bagus bagi kuman untuk berkembang biak.”

Sedangkan sikat gigi karena dekat ke toilet, dapat mengambil bakteri yang berputar-putar di udara setelah toilet disiram. Menurut Donofrio mereka sering diabaikan saat membersihkan kamar mandi. Hasil penelitian ini berbeda dengan persepsi dari responden, mengingat peserta penelitian menempati sikat gigi sebagai tempat yang paling mungkin sebagai pelabuhan kuman. Itu sebenarnya barang yang paling kotor ketiga di rumah.

Jamur dan bakteri Staph ditemukan masing-masing pada 31,7% dan 6,4% dari rumah. Spon merupakan pelabuhan yang paling umum untuk ragi dan jamur. Namun dalam hampir 60% rumah yang diuji, ragi dan jamur juga ditemukan pada kontroler video game dan remote control. Bakteri Staph muncul di hampir seperempat dari mainan untuk hewan peliharaan yang diuji.

“Kami melakukan studi untuk membantu mengidentifikasi di mana rata-rata kuman berada di rumah orang dan lebih penting dapat membantu orang memahami bagaimana mereka dapat melindungi diri dari bakteri, ragi, dan jamur,” kata Donofrio.(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s