Gosip Juga Ada Untungnya?

 London: Kabar perselingkuhan Arnold Schwarzenegger menarik perhatian banyak orang di penjuru dunia. Lalu apa yang menyebabkan orang senang mendengar kabar buruk tentang orang ngetop? Penelitian menunjukkan kita terpesona dengan orang yang tersandung dengan kabar buruk itu. Namun di sisi keburukan ada manfaatnya juga lho.

Bukan rahasia lagi orang menikmati gosip perselingkuhan Arnold maupun pelecehan seksual yang mendera Direktur IMF yang sering dipublikasikan televisi, majalan maupun online. Sebuah penelitian pun menemukan bukti bagaimana otak merespon berita buruk tentang seseorang.

Dan mungkin ini memiliki keuntungan bagi si penonton karena membantu melindungi diri dari unsur-unsur yang berpotensi buruk, terutama bila dugaan terbukti benar. Dalam laporan peneliti di Jurnal Sciece, peneliti menyebutkan otak kita memaksa untuk menatap wajah seseorang lebih lama jika mereka pernah mendengar sesuatu yang negatif.

Para ilmuwan menulis: “Sangat mudah untuk membayangkan bahwa mengamati orang jahat bisa melindungi kita dari kebohongan dan selingkuh dengan mengizinkan kita untuk melihatnya lebih lama dan secara eksplisit mengumpulkan informasi lebih banyak tentang perilaku mereka”.

Untuk mencapai kesimpulan tersebut, para ilmuwan menunjukkan gambar orang asing, dipasangkan dengan ‘informasi sosial’ baik yang positif, negatif, atau netral, kepada peserta penelitian. Info negatif termasuk ungkapan-ungkapan seperti ‘Dia peselingkuh’, dan ‘Dia melemparkan kursi pada seseorang. Kemudian para peneliti menunjukkan gambar yang sama dalam tes ‘binocular rivalry’, di mana mereka menunjukkan tiap mata dengan gambar yang berbeda.

Umumnya, untuk mencegah kita akan benar-benar gila, bagian otak mengeluarkan situasi yang berpotensi membingungkan dengan berfokus pada satu gambar dalam satu waktu, biasanya mereka membolak-balik antara keduanya.

Dalam tes, ilmuwan menggunakan proses yang disebut neuroimaging untuk mengukur jika otak akan memilih satu gambar di atas yang lain, dan itulah gambar yang mereka lihat. Ternyata orang cenderung menghabiskan waktu lebih banyak berkonsentrasi pada gambar yang terkait dengan informasi negatif, dibandingkan dengan gambar dengan informasi positif atau netral.

Respon itu tampaknya tidak disadari para peserta, yang berarti mereka tidak tahu bahwa mereka melakukannya. Menurut scan, hal ini dikendalikan oleh beberapa bagian otak. Dalam rangka memastikan hasil tidak murni berdasarkan memori, para ilmuwan mengulangi pengujian dengan dan tanpa frase.

Para peneliti mengatakan, apakah informasi negatif itu dapat dibuktikan atau tidak tidak menjadi hal besar ketika datang ke persepsi di bawah sadar kita. Mungkin itu menjadi alasan mengapa ibu Anda memperingatkan Anda untuk tidak gosip, meskipun Anda mungkin melukai reputasi orang lain secara permanen, tanpa memiliki alasan yang baik untuk melakukannya.

Jadi saat gosip selebriti tidak selalu akurat, meski dikumpulkan dengan cara yang etis atau ‘adil’, itu akan terus merangsang dan mempesona selama bertahun-tahun yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s