“Makan untuk Dua” Saat Hamil Berisiko

 Jakarta: Selama masa kehamilan kaum wanita sering dibombardir saran pola makan sehat yang bertentangan. Mereka dikatakan harus makan dua kali lebih banyak agar bayi sehat. Namun waspadalah “makan untuk dua” itu bisa membuat masalah bagi ibu hamil maupun sang buah hati.

Makan sehat memang penting bagi wanita hamil dan bayi yang ada di dalam kandungan. Tapi makan terlalu banyak hanya akan membuat kaum wanita berjuang mati-matian saat proses melahirkan akibat berat badan yang berlebihan.

Dalam sebuah penelitian, wanita yang tidak menjaga berat badan selama kehamilan meningkatkan risiko kesehatan yang serius seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi di kemudian hari. Hasil penelitian akan dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Menurut para ahli, calon ibu tidak perlu melakukan perubahan apapun untuk diet rutin 1.940 kalori per hari untuk enam bulan pertama dalam kehamilan mereka. Setelah sekitar tiga bulan, sampai bayi lahir, ibu hamil hanya memerlukan tambahan 200 kalori sehari, yang hampir sama dengan salad buah siap pakai dan yoghurt, atau mangkuk kecil muesli bebas gula dengan apel parut.

Penelitian selama 16 tahun ini menguji dampak dari kenaikan berat badan selama kehamilan terhadap hasil kesehatan. Para peneliti melakukan studi jangka panjang 3.877 ibu-ibu di bagian barat Inggris. Untuk tujuan penelitian, tim peneliti membandingkan berat badan wanita selama kehamilan dengan indeks massa tubuhnya (BMI), lingkar pinggang, dan tekanan darah 16 tahun kemudian.

Mereka juga mengambil faktor seperti usia, jenis kelamin anak, status sosial, merokok, aktivitas fisik, diet selama kehamilan, metode pengiriman, dan lama menyusui. Para wanita maksimal mengalami kenaikan berat badan 16 kg.

Penelitian ini mencatat risiko menjadi ‘berbentuk apel’ akibat kelebihan berat badan pada 16 tahun kemudian. Risikonya tiga kali lebih tinggi bagi perempuan yang menumpuk lemak melebih berat badan yang disarankan selama kehamilan.

Dr Abigail Fraser, penulis utama laporan di University of Bristol di Inggris mengatakan, “Temuan kami menunjukkan bahwa pemantauan secara teratur berat badan pada kehamilan mungkin perlu dipertimbangkan kembali karena memberikan kesempatan untuk mencegah masalah kesehatan di kemudian hari”.

“Anda tidak perlu makan untuk dua orang selama kehamilan karena ini akan menyebabkan masalah di kemudian hari, dan juga dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari bayi Anda menjadi obesitas di masa kanak-kanak,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s