Berita Terpopuler # Astaga! Ada Payudara Berbobot 25 Kg # Mulailah Matikan Ponsel Anda! # Foto Resmi Pernikahan William-Kate Diluncurkan # Body Language Menentukan Status Ekonomi? # Stop Pakai Rok Mini Saat Usia 35 Tahun # Ini Alasan Wanita Gampang Nangis # Duh! Seksisme Masih Berlaku di Kantor # Liburan Sambil Mengenal Budaya Sunda # Tempat-tempat Menakjubkan di Seluruh Dunia Sirih, Simbol Penghormatan Orang Flores

 Jakarta: Tradisi mengunyah sirih sudah ada sejak 2.000 tahun lalu di dataran Asia Selatan dan Tenggara sampai ke Pasifik. Untuk masyarakat India, Vietnam, Bhutan, Thailand, Malaysia, Brunei, Indonesia dan Papua Nugini, tradisi mengunyah sirih tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh golongan rakyat jelata, namun wanita, pria, masyarakat dengan tingkat sosial lebih tinggi, bahkan keluarga kerajaan juga melakukan tradisi ini.

Untuk mengunyah sirih, ada empat bahan yang diperlukan yaitu daun sirih atau buah sirih yang biasa dipakai di Flores, pinang, gambir dan kapur sirih. Daun sirih dipercaya memiliki khasiat, sementara gambir merupakan komoditi terbesar yang diekspor ke India.

Sirih merupakan simbol di alam yang mewakili kerendahan hati, saling kasih dan menghormati satu sama lain. Filosofi ini didapat dari cara pohon sirih tumbuh yang menjalar ke atas tanpa merusak tempat mereka hidup atau inangnya.

Pinang sebagai simbol dari kerendahan, kejujuran, kehormatan, keinginan untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas. Filosofi ini didapatkan dari cara pohon pinang yang tumbuh lurus ke atas dengan buah yang bergerombol banyak.

Kapur sirih yang putih menyimbolkan hati yang murni dan ketulusan, tapi saat dibutuhkan bisa menjadi sesuatu yang agresif dan berbahaya.

Sementara gambir dengan rasa pahitnya melambangkan keberanian dan kesabaran. Makna ini dapat dilihat dari warna daun gambir yang kuning dan harus menggunakan cara yang khas untuk mengunyahnya. Maksudnya adalah saat seseorang menginginkan sesuatu, harus bersabar atas semua proses untuk menerimanya.

Karena hal tersebut, tradisi ini termasuk penting untuk masyarakat Flores yang percaya bahwa mengunyah sirih merupakan tradisi yang memiliki makna sebagai pemersatu harapan untuk menjadi seseorang yang selalu rendah hati, memiliki hati yang murni juga tulus tetapi agresif, jujur, juga sabar.

Orang Flores masih menjaga kuat tradisi ini hingga sekarang. Semua kegiatan, seperti upacara kelahiran, pernikahan, penyambutan tamu, atau pun ritual yang sakral tradisi ini terus dilakukan. Karena mengunyah sirih dijadikan sebuah isyarat komunikasi yang terbuka dan membangun tali persaudaraan. Tidak ada orang yang boleh menolak, jika sudah ditawarkan sirih karena itu simbol penghormatan. (florestourism/ARE/MEL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s