Kondom Belum Populer di Lokalisasi Panjang

 Bandar Lampung: Sosialisasi penggunaan kondom perlu digencarkan sebagai upaya mencegah penyebaran HIV. “Seharusnya sosialisasi tersebut didukung oleh mucikari sebagai pemegang kekuasaan penuh di lokalisasi,” kata salah satu penghuni lokalisasi yang juga aktivis penanggulangan HIV, M Seila (32), di Bandar Lampung, Jumat (3/6).

Menurut Seila, mucikari memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan kebijakan wajib mengenakan kondom bagi segala aktivitas di lokalisasi, karena masih banyak tamu yang enggan menggunakannya saat melakukan aktivitas seks. “WPS (Wanita Pekerja Seks) tidak dapat berbuat apa-apa kalau konsumen enggan memakai kondom, jadi harus ada tekanan dari mucikari kepada tamu,” kata dia.

Hasil tes HIV terbaru di lokalisasi di Panjang menyebutkan, enam WPS di tempat itu dinyatakan positif terinfeksi HIV. “Itu merupakan hasil tes pada tanggal 3 Mei 2011 lalu, yang dilakukan secara sukarela oleh 20 penghuni,” kata Maya, ketua Organisasi Pekerja Seks Indonesia (OPSI) Provinsi Lampung.

Sepanjang 2011, sudah dua kali diadakan tes HIV. Tes pertama dilakukan secara “door to door” dan mampu menjangkau sekitar 140 WPS. Hasilnya, terdapat lima orang positif terinfeksi HIV. Sedangkan pada tes kedua yang dilakukan Mei 2011, jumlah WPS yang terinfeksi bertambah satu orang, total menjadi enam orang. Maya berharap, sosialisasi penggunaan kondom dapat dimaksimalkan untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s