Obesitas Berisiko Besar pada Fatty Liver

 London: Kelebihan berat badan (obesitas) berisiko lebih besar pada penyakit fatty liver (perlemakan hati) dibandingkan mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang. Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Swedia Linkoping University, baru-baru ini.

Fatty liver
adalah suatu keadaan adanya penimbunan lemak yang berlebihan di sel-sel liver. Menurut para peneliti, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak bisa menyebabkan fatty liver yang mengarah ke sirosis, yakni sebuah penyakit hati yang paling umum di dunia barat.

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa obesitas dan resistensi insulin juga dapat menyebabkan fatty liver yang terkait erat dengan diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskuler. Mengonsumsi lebih dari segelas anggur pada pria dan lebih dari setengah gelas anggur pada wanita per hari sudah cukup membawa risiko perlemakan hati.

Tetapi, Fredrik Nystrom dan Stergios Kechagias dari Swedia Linkoping University menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol dengan kadar sedang setiap harinya tidak menimbulkan fatty liver.

Seperti dipublikasikan jurnal Annals of Medicine, penelitian itu melibatkan 44 orang. Secara acak, mereka dijauhkan diri dari alkohol dan ada juga yang diharuskan meminum satu gelas anggur merah per hari pada wanita dan dua gelas untuk pria selama tiga bulan.

Sebelum dan sesudah percobaan, seluruh peserta diminta untuk memberikan sampel darah dan kandungan lemak dalam hati mereka, untuk diukur dengan alat pemindai magnetic resonance imaging (MRI). “Hasilnya ternyata jumlah lemak dalam hati yang dikaitkan dengan obesitas dan resistensi insulin itu hampir sama sekali tidak terpengaruh anggur merah. Khususnya, setelah tiga bulan, tidak ada peminum anggur yang mengembangkan perlemakan hati atau transaminase hati yang tinggi,” kata Kechagias, spesialis hati di universitas tersebut.

Selain itu, kolesterol LDL berbahaya hanya terdapat 16 persen lebih rendah di akhir penelitian pada mereka yang meminum anggur merah dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum alkohol. “Ada korelasi yang kuat antara asupan alkohol sedang dan penurunan risiko penyakit kardiovaskuler,” kata Nystrom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s