Facebook Bantah Ditinggalkan Sebagian Pengguna

 California: Facebook membantah pemberitaan yang menyebutkan mereka kehilangan sebagian penggunanya. Situs jejaring sosial ini justru mengatakan “senang” dengan pertumbuhan pengguna Facebook atau Facebooker.

Data dari situs pengawasan Facebook, Inside Facebook, sebelumnya menyatakan pada Mei silam situs jejaring sosial terkemuka dunia itu kehilangan enam juta pengguna di Amerika Serikat dan 100 ribu di Inggris. Termasuk, sekitar 1,5 juta orang Kanada meninggalkan situs tersebut [baca: Facebook Mulai Ditinggalkan di Inggris].

Namun, Facebook yang biasanya tidak memberikan komentar atas data statistik pihak ketiga ini justru mempertanyakan asal-muasal data tersebut bisa didapat. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Facebook, justru menunjukkan kebalikannya.

“Dari masa ke masa, kami melihat banyak berita tentang Facebook kehilangan pengguna di sejumlah kawasan. Sejumlah lampiran ini mengambil data dari perangkat iklan kami, yang hanya menghitung angka perkiraan iklan di Facebook dan bukan desain untuk menjadi sumber informasi atas pertumbuhan pengguna Facebook,” jelas pengelola Facebook dalam sebuah pernyataan, baru-baru ini.

Pihak Facebook menjelaskan, secara keseluruhan Facebook tumbuh. Buktinya, dengan total pengguna mencapai 687 juta di seluruh dunia, bahkan banyak pengguna baru datang dari India, Filipina dan Indonesia.

Sementara, lembaga rating comScore juga memiliki angka yang berbeda. Kepada BBC mereka menyebutkan adanya pertumbuhan sebesar 21 persen di AS sepanjang Mei, dan 368 ribu pengguna baru di Inggris, di antara Februari hingga Mei 2011.

Menurut comScore, rata-rata penggunaan waktu saat mengakses situs tersebut juga meningkat dari 21 menit per hari pada Desember 2009, menjadi 25 menit per hari di Desember 2010.

Pemikiran mengenai titik jenuh Facebook, di mana pengguna Facebook bosan dengan jejaring sosial sudah diperkirakan oleh sejumlah pengamat. Namun sejauh ini hal itu belum terbukti. “Di beberapa negara berkembang penetrasinya mencapai 50 persen,” kata Adrian Drury, kepala analis perusahaan rating Ovum.(ANS/BBC Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s