Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf

Jakarta: Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas proses pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati binti Satubi, serta bertekad agar hal seperti itu tidak akan terulang. Informasi yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (22/6), menyebutkan permintaan maaf dan penyesalan tersebut disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amin al Khayyat saat dipanggil Kementerian Luar Negeri RI pada Senin silam.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengecam proses peradilan di Arab Saudi yang tidak transparan, seperti menyangkut jadwal persidangan, pemberitahuan eksekusi maupun akses pengacara dalam proses hukum yang sangat terbatas. Hal itu juga dialami oleh pengacara tetap Kedutaan Besar Republik Indonesia di Arab Saudi dalam proses hukum Ruyati binti Satubi yang telah dieksekusi pada Sabtu pekan silam [baca: Wanita Indonesia Dipancung di Arab Saudi].

Rencananya, Rabu ini, Duta Besar Arab Saudi akan dipanggil kembali ke Kementerian Luar Negeri untuk diberikan surat Menteri Luar Negeri RI kepada Menlu Arab Arab Saudi. Dalam surat tersebut, Menlu RI pada pokoknya menyampaikan protes pemerintah Indonesia mengenai proses pelaksanaan hukuman atas almarhumah yang tidak transparan, serta menyampaikan tuntutan agar hal seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.

Selain itu, dalam surat tersebut Menlu RI juga meminta peningkatan mekanisme perlindungan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan nota kesepahaman (MoU) dan Mandatory Consular Notification Agreement, serta meminta agar pemerintah Arab Saudi dapat mengembalikan jenazah Ruyati Binti Satubi ke Indonesia.

Kemarin, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah juga telah menemui pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi wilayah barat dan telah menyampaikan kembali protes atau kecaman pemerintah Indonesia terhadap pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati. Selain itu, Konjen RI juga telah menyampaikan permintaan agar jenazah almarhumah Ruyati binti Satubi dapat dikembalikan ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kemenlu Arab Saudi menyatakan keprihatinanya dan seharusnya perwakilan RI mendapatkan notifikasi mengenai rencana pelaksanaan hukuman terhadap Ruyati. Kemenlu Arab Saudi juga memberikan perhatian khusus terhadap permintaan pemerintah Indonesia untuk memulangkan jenazah almarhumah Ruyati.

Sedangkan terkait kasus Darsem, sebagaimana telah diputuskan oleh pemerintah, dana diyat telah ada di KBRI Riyadh dan tim Kemenlu RI akan berangkat pada Rabu malam ini untuk mengawal proses penyelesaian pembayaran diyat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.(ANS/Ant)Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s