Indonesia Bebaskan Empat WNI dari Hukuman Mati

 Jakarta: Pemerintah Indonesia membebaskan empat warga negaranya dari hukuman mati dalam dua tahun terakhir. Alhasil total berhasil membebaskan sembilan warga Indonesia dari hukuman mati di Arab Saudi.

“Satu fakta kita sudah berhasil membebaskan sembilan orang WNI dan bahkan dua tahun terakhir berhasil membebaskan empat WNI dari hukuman mati,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis pagi (23/6).

Marty juga menjelaskan bahwa dalam kurum 1999-2001 hanya dua warga negara Indonesia yang tercatat dijatuhi hukuman mati. Jauh lebih sedikit dibandingkan data terbuka yang menyebutkan bahwa dalam kurum 2001-2008 terdapat enam orang warga Filipina yang tercatat menjalani eksekusi.

Ia menyebutkan fakta itu karena selama ini sejumlah pengamat atau politisi di Indonesia selalu menyebut Filipina sebagai contoh negara yang sukses melindungi warga negaranya sehingga tidak ada yang warga negaranya yang dijatuhi hukuman mati.

Lebih lanjut, Menlu Marty mengemukakan data yang menyebutkan mengenai upaya perlindungan warga Indonesia di luar negeri yang dilakukan oleh Pemerintah dalam enam bulan terakhir.

“Kita sudah bekerja keras, mengamankan, menyelamatkan, melindungi WNI dari konflik di Timur Tengah, di Mesir, Tunisia, Libya, Yaman, Bahrain, dari ancaman pembajak di Somalia, bencana alam di Jepang dan ancaman radiasi nuklir,” katanya.

Pemerintah, kata Menlu, juga berhasil memulangkan ribuan overstayer” atau WNI yang melanggar ijin tinggal di Arab Saudi. Ribuan WNI tinggal secara ilegal di Arab Saudi, rata-rata mereka adalah TKI ilegal atau orang-orang yang melakukan ibadahhaji tidak melalui jalur resmi.

“Sebagai contoh, kami bukan menyampaikan keberhasilan hanya menyampaikan hasil, selama 2011 kurang lebih 15 ribu WNI telah diselamatkan dari berbagai belahan dunia ini,…karena ini tugas dan tanggung jawab pemerintah,” katanya.

Dalam enam bulan terakhir seiring dengan berbagai konflik dan peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia, Pemerintah Indonesia telah beberapa kali menggunakan pesawat carter untuk memulangkan seluruh warga Indonesia di lokasi konflik secara gratis dan bahkan mengembalikan mereka secara gratis pula, misal untuk kasus konflik di Mesir.

Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi pra mahasiswa di luar negeri yang proses belajarnya tertunda karena negara tempat dia menuntut ilmu didera konflik.

Tiga hari terakhir, sejumlah pihak mengritik keras pemerintah seiring dengan dijatuhinya hukuman pancung pada Ruyati Binti Satubi, TKW di Arab Saudi yang mengaku membunuh majikannya pada 12 Januari 2011 dan permohonan ampunnya tidak dikabulkan oleh keluarga korban.(ANT/MEL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s