Pascakrisis Politik, Thailand Gelar Pemilu

 Bangkok: Untuk pertama kalinya sejak krisis politik berkepanjangan, Thailand menggelar pemilihan umum, Ahad (3/7). Setidaknya 47,3 juta pemilih akan memberikan suara mereka di 90.860 tempat pemungutan suara (TPS). Suara mereka akan menentukan nasib 500 anggota Parlemen Thailand.


Pemungutan suara dimulai pukul 08.00 pagi di ibu kota Thailand, Bangkok. Karena proses pemungutan suara di Thailand jarang terjadi, kemacetan pun muncul di beberapa ruas jalan sekitar bilik suara.

Untuk menjamin perdamaian dan ketertiban selama pemungutan suara 183 ribu polisi Kerajaan Thailand dikerahkan. Selain itu, 12 ribu personel pasukan keamanan gabungan juga telah dikirim untuk mengamankan 2.157 tempat pemungutan suara di tiga provinsi selatan Thailand, yakni Yala, Pattani dan Narathiwat.

Sebelumnya, Thailand berencana menggelar pemilu pada November tahun lalu. Namun, massa Kaus Merah tetap melanjutkan aksi, padahal telah menewaskan sebanyak 85 orang. Perdana Menteri Abhisit Thailand terpaksa membatalkan pemilu. Ia mensyaratkan pemilu awal hanya bisa dilaksanakan bila kekerasan dan demonstrasi yang dilakukan massa pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra benar-benar diakhiri [baca: PM Abhisit Batalkan Rencana Percepatan Pemilu].(ANS/Xinhua)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s