Wanita Menikah Muda Rawan Alami Gangguan Mental

 Washington DC: Pernikahan di usia muda rawan dengan perceraian. Namun sebuah studi baru menemukan pernikahan di usia muda bisa berisiko tinggi mengalami penyakit mental.

Hampir satu dari 10 wanita di Amerika Serikat (AS) menikah sebelum usia 18 tahun. Namun para penulis dalam penelitian ini tidak membuktikan dengan jelas bahwa “pernikahan anak-anak” menyebabkan meningkatnya risiko masalah mental. Penelitian ini dipublikasikan dalam edisi September jurnal Pediatrics.

Bagi penulis peneliti, temuan ini cukup untuk meminta mengakhiri perkawinan anak-anak di Amerika Serikat.

“Remaja yang siap menikah harus menunda pernikahan sampai dewasa,” kata Dr Yann Le Strat, seorang psikiater di Rumah Sakit Louis-Mourier Paris di Colombes, Prancis, dan seorang ilmuwan asisten di Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental di Toronto, Jumat (2/9).

Para penulis penelitian menganalisis hasil survei nasional 2001-02 yang dirancang untuk memahami alkoholisme dan kondisi lainnya. Sebanyak 24.575 perempuan ambil bagian; para peneliti berfokus pada 18.645 orang yang menikah atau telah menikah.

Le Strat menjelaskan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana perkawinan anak-anak mempengaruhi kesehatan mental pada wanita. Para peneliti tidak melihat bagaimana hal itu bisa mempengaruhi laki-laki.

“Studi di India dan Afrika telah menunjukkan bahwa pernikahan anak diketahui terkait dengan risiko tinggi penularan HIV, kehamilan yang tidak diinginkan (dan) kematian dari melahirkan,” kata Le Strat. “Namun yang mengejutkan, dampak dari perkawinan anak-anak terhadap kesehatan mental tidak pernah dipelajari”.

Dari hampir 19.000 perempuan dalam studi Amerika Serikat, hampir 9 persen telah menikah sebelum usia 18. Mereka kebanyakan dari kulit hitam atau American Indian / Alaska Native, dengan kondisi lebih miskin dan kurang berpendidikan dibanding wanita yang menikah usia yang matang.

Studi ini menemukan bahwa risiko gangguan mental lebih tinggi pada wanita menikah saat anak-anak. Setelah disesuaikan untuk faktor lain, para peneliti menemukan bahwa gangguan kepribadian antisosial adalah gangguan yang paling umum.

Para peneliti menemukan bahwa wanita yang menikah saat anak-anak banyak yang menderita gangguan mental sepanjang hidup mereka, dibandingkan mereka yang menikah sesudah dewasa- 53 vs 49 persen.

Tidak jelas mengapa wanita dalam penelitian ini memilih untuk menikah sebelum usia dewasa, tetapi kehamilan tampaknya telah memainkan peran. Hampir setengah dari perempuan yang menikah saat anak-anak karena hamil sebelum dewasa, dibandingkan dengan hanya 3 persen dari mereka yang menikah saat dewasa.

Secara khusus, gangguan depresi mayor dan ketergantungan nikotin adalah gangguan yang paling umum di antara mereka yang menikah saat anak-anak. Tidak ada perbedaan besar dalam hal alkohol dan penyalahgunaan narkoba ilegal, meskipun wanita yang menikah saat anak-anak lebih mungkin untuk merokok.

Namun demikian, sulit, dan mungkin mustahil, untuk mengetahui secara pasti apakah di balik tingginya penyakit mental dengan perkawinan anak-anak, karena faktor-faktor lain bisa ikut andil.

“Apa yang kita miliki di sini adalah hanya bukti tidak langsung bahwa pernikahan anak mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan mental,” tegas Le Strat.

Satu fakta jelas, kata Linda J. Waite, seorang profesor sosiologi di Universitas Chicago yang mempelajari pernikahan. Baik pria maupun wanita yang menikah muda lebih mungkin dibandingkan orang lain untuk bercerai. Tingkat perceraian lebih tinggi hanya menghilang ketika orang mencapai pertengahan 20-an, ia mencatat.

Mengapa pernikahan di usia muda jauh lebih rapuh? “Salah satu argumen adalah bahwa kadar testosteron pada pria muda yang terlalu tinggi,” kata Waite, “Dan mereka berkaitan dengan segala macam perilaku yang membuat suami menjadi orang jahat -. perselingkuhan, pelecehan, kesulitan bergaul dengan orang”.

Argumen lain adalah bahwa orang muda masih menyortir hal-hal yang keluar dan mencari tahu siapa mereka. Jika Anda menikah cukup muda, Anda tidak tahu dengan siapa Anda menikah dan setiap orang mungkin akan berubah”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s